Berita, featured, Palu, Sigi & Donggala, Succes Story

Air Bersih Bagi Semua

Adelia, 13 tahun, membantu ibunya, Fitra Wati menampung air dari kran yang diberikan melalui Program Sarana Air Bersih Sistem Gravitasi INANTA dan CWS di halaman rumah mereka di Dusun 5 Desa Sikara Tobata

Ada yang berbeda jika kita melihat dari dekat ke bagian atas Desa Sikara Tobata di Dusun 5 dan Dusun 6, ember-ember ditempatkan di dekat kran di halaman depan atau belakang rumah untuk menampung air bersih. Sebelumnya, selain melakukan kegiatan seperti pergi ke ladang mereka, menggembalakan ternak, dan merawat rumah, masyarakat kedua dusun tersebut harus berjalan cukup jauh ke sungai, membawa jerigen di kedua tangan, untuk mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan keluarga.

“Tidak ada sumber air dari perpipaan PDAM di sini. Sebelumnya ada konstruksi untuk bak penampungan air, tetapi belum selesai,” kata Badrun S, 47 tahun.

Sebagai ketua Komite Air, Badrun lebih lanjut menjelaskan ke detail tentang pendekatan yang telah dicoba sebelum ini. “Pernah ada pemasangan pipa ke sungai, tapi airnya tidak bisa ditampung. Jadi, saat musim kemarau, airnya tidak keluar. Kalaupun airnya keluar, hanya beberapa rumah di bagian atas yang mendapatkan air karena debitnya sedikit.”

Badrun S dan 395 warga Dusun 5 dan Dusun 6 lainnya harus menjalani kehidupan mereka dalam kondisi ini selama bertahun-tahun. Selama itu juga, telah dilakukan penyesuaian, oleh keluarga yang lebih mampu secara finansial, untuk memastikan rumah tangga mereka mendapatkan pasokan air, misalnya dengan memasang sumur pompa DAP. Tapi itu hampir tidak efektif karena air dari tanah mencium bau Pece seperti yang dikatakan Badrun dalam Bahasa Kaili yang berarti lumpur kotor. Kesimpulannya, keluarganya masih menggunakan air dari sungai untuk dikonsumsi.

Kondisi ini membuat banyak warganya berisiko terkena penyakit terkait kebersihan, seperti diare. Sejujurnya, sekitar sepuluh tahun lalu, menurut Badrun, 10 warga Dusun 5 dan 6 meninggal akibat diare (muntaber).

Mengingat ini, Badrun merasa bersyukur dengan masuknya Yayasan INANTA dan mitranya, Church World Service (CWS) untuk melakukan intervensi dengan membangun fasilitas sarana air bersih, seperti bak treatment, intake, dan penampung SPL. Menggunakan sistem gravitasi, sekitar 4.100 meter pipa dipasang di pinggir jalan, pekarangan rumah-rumah warga hingga mencapai dan membawa air lebih dekat ke setiap rumah tangga di Dusun 5 dan Dusun 6 Sikara Tobata.

INANTA dan CWS mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan ini. Sejak awal pembangunan, semua pihak telah bekerja berdampingan untuk tujuan yang lebih besar. Air bersih untuk semua.

“Air sudah dekat sekarang. Tinggal simpan ember di halaman depan rumah,” terang Fitra Wati, 38 tahun. Banyak perempuan di kedua dusun ini yang dapat ditemukan duduk di pinggir sungai sedang mencuci pakaian, mandi dengan anak-anaknya dan pada saat yang bersamaan, tidak jauh dari situ, bisa saja ada warga lain yang memanfaatkan aliran air di sungai untuk mencuci motor dan aktivitas lainnya. Keberadaan sungai menjadi sangat vital bagi warga. Namun sekarang, menurut Fitra Wati, anak-anaknya sudah membantunya menampung air karena mereka tidak lagi harus jauh-jauh ke sungai berulang kali untuk itu. “Kami sangat bersyukur dan betul-betul bahagia untuk itu.”

Kerja keras selama berbulan-bulan terbayarkan.

“Airnya mengalir dengan lancar sekarang. Kami belum mengatur jam buka tutup untuk membagi air karena kami masih melakukan uji coba. Kami ingin melihat ketinggian dan debit airnya sampai dimana.” Lebih lanjut, Badrun menambahkan, “Bahkan sekarang, orang-orang puas dengan sarana air bersih ini yang mengubah hidup kami. Warga di sini bersemangat sekali ingin membayar kontribusi bulanan.”

Kontribusi ini direncanakan sebagai tabungan untuk pemeliharaan fasilitas sarana air bersih. “Selain itu, dana tersebut dapat digunakan juga untuk pembangunan desa lainnya.” Memang.

Perencanaan dan bantuan INANTA dan CWS yang telah dipikirkan dengan matang, ditambah dengan komitmen masyarakat untuk membentuk dan memaksimalkan Komite Air sebagai pihak yang bertanggung jawab di Dusun 5 dan Dusun 6 untuk pengelolaan air turut membawa dampak positif bagi pembangunan Desa Sikara Tobata secara umum.