Berita

Menjangkau Masyarakat Miskin Terpencil Desa Omu, Kabupaten Sigi

Ibu Neli (32 tahun) memiliki balita 13 bulan, berasal dari Suku Da’a, yang merupakan suku asli Desa Omu, Kabupaten Sigi. Umumnya suku Da’a bermukim di gunung dan sebagian besar berprofesi sebagai petani. Setelah kejadin bencana gempa bumi, Ibu Neli dan warga lainnya merupakan penerima dampak langsung dari kejadian, rumah yang ditempati bertahun-tahun harus rusak total dan tidak dapat dihuni kembali.

Hidup di kamp pengungsian bukan hal yang mudah, berbagai permasalahan harus dihadapi terutama air bersih dan kebersihan. Kebutuhan hygiens kits merupakan kebutuhan yang langka di awal-awal masa mengungsi. Para pengungsi hanya mandi dengan air bersih dan sabun seadanya. Juga selter dan perlengkapan dapur seperti piring, gelas, sendok, panci merupakan perlengkapan yang terbatas.

INANTA-JUH ingin merespon dan memastikan semua korban bencana berhak menerima bantuan. Komitmen ini di wujudkan dalam assessment kebutuhan hingga ke wilayah terpencil desa omu, Gumbasa, termasuk wilayah Ibu Neli. Berbagai kebutuhan segera direspon melalui distribusi bantuan paket Family Kits, Hygiens Kits dan Terpaulin. Ibu Neli sangat bersyukur menerima bantuan paket Hygiens Kits dari INANTA-JUH. Hal ini disebabkan dalam paket tersebut, terdapat paket Pembalut wanita (softex), yang juga sangat dibutuhkan oleh hampir sebagian besar perempuan subur di Family Shelter desa Omu. Paket pembalut wanita sangat jarang diterima dari bantuan lembaga lain, padahal paket ini merupakan kebutuhan dasar perempuan, ketika memasuki masa subur (haid). Atas kepedulian ini, terutama pada kelompok perempuan, Ibu Neli dan para pengungsi desa Omu mengucapkan terima kasih kepada INANTA-JUH, dan berharap dapat menerima bantuan yang sama beberapa waktu kedepan hingga masa pemulihan.