Berita

Tsunami Palu dan Bantuan School Kit INANTA

Ridatul Jannah Maharani Putri (15 tahun), yang biasa dipanggil Putri Vinot merupakan anak yatim piatu dari pasangan Vinot Kanna dan Ningsih. Kedua orang tua Putri Vinot merupakan 2 dari ribuan korban gempa bumi, likuifaksi dan tsunami Palu. Saat ditemui oleh tim Assesment INANTA-THE JOHANNITER, Putri menceritakan dengan jelas bagaimana orang tuanya menjadi korban. Pada hari itu masih terbayang diingatannya, Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan tambang pasir yang ada di pesisir kelurahan Watusampu, Kota Palu. Sementara ibunya sedang beraktivitas di dalam rumah, yang juga terletak di pesisir pantai kota Palu.

Ketika bencana terjadi, Ayah dan Ibu Putri Vinot tidak mampu menyelamatkan diri dari ganasnya tsunami. Kedua orang tuanya meninggal dan ditemukan keesokan harinya. Rumah dan seluruh harta benda habis tersapu tsunami. Saat kejadian, Putri Vinot sementara berada di rumah keluarganya sehingga tidak menjadi korban dari dampak tsunami.

Tampak duka masih terlihat di wajah Putri Vinot, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk bersekolah dan melanjutkan pendidikan sebagai siswa kelas 3 di SMP 17 kota Palu. Dari hasil assessment school kits INANTA-JUH, Putri Vinot sangat membutuhkan perlengkapan pendidikan terutama tas dan buku, karena semua perlengkapan pendidikan telah tersapu tsunami. Keinginan ini dipenuhi pada program school kit, Putri Vinot menerima bantuan 1 buah paket tas sekolah dari INANTA-THE JOHANNITER. Atas pemberian ini, Putri Vinot dan pengungsi lainnya di Pantoloan Induk mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya. Mereka berterimakasih atas kepedulian INANTA dan Mitranya THE JOHANNITER dalam mendukung perbaikan pendidikan anak-anak korban Tsunami.